Inseminasi Buatan dan Teknik Penetasan Telur terhadap Keberhasilan Reproduksi Ayam Lokal
Artificial Insemination and Egg Incubation Techniques on the Reproductive Success of Indigenous Chickens
DOI:
https://doi.org/10.24036/jeta.v3i3.132Keywords:
ayam lokal, daya tetas, mesin tetas, suhu inkubasi, pemutaran telurAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses penetasan telur ayam lokal melalui penerapan berbagai jenis mesin tetas (manual, semi-manual, dan otomatis) serta mengkaji pengaruh faktor-faktor teknis seperti suhu inkubasi, frekuensi dan sudut pemutaran telur, kualitas telur tetas, dan prosedur penanganan anak ayam pasca menetas (pull chick) terhadap tingkat keberhasilan daya tetas. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode observasi langsung terhadap 72 butir telur ayam lokal yang ditetaskan menggunakan ketiga jenis mesin tetas tersebut. Parameter yang diamati meliputi tingkat fertilitas (melalui candling hari ke-3 dan ke-18), jumlah telur menetas, jumlah telur tidak menetas, serta kondisi anak ayam saat proses penanganan DOC pasca menetas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya mesin otomatis yang menghasilkan daya tetas sebesar 11,76% (2 dari 17 telur fertil), sementara mesin manual dan semi-manual tidak menghasilkan penetasan sama sekali. Rendahnya tingkat keberhasilan penetasan terutama disebabkan oleh suhu inkubasi yang tidak stabil pada mesin manual dan semi-manual, serta frekuensi pemutaran telur. Selain itu, proses pull chick dilakukan sebelum bulu anak ayam kering sempurna, yang berpotensi menimbulkan stres dan cacat pada DOC. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penetasan telur sangat dipengaruhi oleh pengaturan suhu yang stabil, frekuensi pemutaran yang memadai, kualitas telur tetas yang baik, serta prosedur pascamenetas yang tepat.

